Rabu, 28 Maret 2018

Sejiwa dan Sejalan Part 2

Assalamualaikum Wr. Wb ....
Pada bulan Februari kemarin, tepatnya tangal 28 Februari 2018, saya baru pertama kali meyaksikan sunset yang begitu indah, dan baru pertama juga melihat sunset dari ketinggian (maklum). bersyukur banget ya, disaat telah lelah berkegiatan, mengerjakan persiapan Lomba Karang Taruna, hingga akhirnya presentasi walau sangat apa adanya sekali. tapi good job banget buat temen2 Karang Taruna Desa saya, karena mereka sudah menampilkan sebisa yang kita bisa, hasil serahkan Allah. dan sorenya , alhamdulillah Allah masih beri hadiah indah matahari terbenam dengan begitu sempurna diatas bukit teletubies. semburat lembut senja, berwarna orange kuning menghitam yang pada akhirnya menghitam.  Subhanallah .. 




Kalian tau es serut depan bethesda ? dari sekian banyak es serut, entah mengapa depan Rumah sakit bethesda, menjadi es serut favorit saya. hehehe setiap kali pikiran dan hati ini bergumam tak sedap, saya selalu berlari untuk mendinginkan menggunakan es .. es bagi saya bisa dalam bentuk es beneran, bisa juga buku, serta anak-anak dirumah. setiap apa yang kita kerjakan, entah itu kegiatan kita yang tidak menentu, para pekerja kantor, dan segala macam kegiatan, sampai yang paling kita gemari sekalipun, pasti akan merasakan yang namanya "jenuh" , bahkan saya pun yang hanya tinggal mempunyai tanggung jawab skripsi, merasakan jenuh kadang. tapi jenuh itu dapat kita atasi lho , dari sudut pandanga saya yang pertama :
  1. pertama sholat, kenapa ? karena sebelum hati ini memasuki wilayah yang lebih jauh, kita bisa menenangkan problem kita dengan sholat. yakin deh, kalau kamu khusyuk, ketenangan akan kau dapatkan dengan rasa2 yang belum pernah dirasakan sebelumnya
  2. mandi keramas, wkwkwkw saya entah kenapa, mandi keramas dapat menghilangkan  kuman2 yang ada di kepala
  3. makan, wkwkwk yang katanya semakin stress kita, tingkat nafsu makan kita bertambah (kalau saya). 
  4. ndengerin lagu nge beats
  5. main ukulele
  6. ndengerin lagu mellow juga nggak papa sih, asalkan mellownya yang membangun hahaha
nah, begitu tips menghilangkan galau, jenuh, dan semacamnya. oiya soal es serut tadi, ada kalanya teman-teman mencobanya, walau emang nggak se terkenal Thai Tea, tapi terkadang yang tak terkenal itu yang mempunyai daya pikat tersendiri bagi orang-orang tertentu (seperti saya yang terkadang lebih little interest dengan hal-hal kecil yang tak banyak orang mengenalinya). kebahagiaan tersendiri bagi saya untuk lebih bisa lebih memahami seluk beluk dari berbagai hal kecil itu, karena di era yang sudah semakin "gas-gas'an " ini sebut saya, sudha semakin banyak orang melupakan dan terlena dengan misal : pernah nggak saat kalian lewat di jalan, trus ketemua sama bapak2 penjual sapu atau penjual tape atau semacamnya, sudah paruh baya tapi masih trengginas sekali berjualan, pernah nggak kalian tiba2 saat lewat mendoakan dalam hati (Ya Allah, karuniakan rezeki bagi orang2 yang berusia senja yang baru saja saya temui, masih semangat di usianya untuk mencari rezeki yang halal), pernah kah temn2 bergumam dalam hati seperti itu ? kalau pernah, seberapa sering ? heheheh (seringkan). hal sekecil itu sih yang membuat saya selalu menerima hari-hari dengan penuh syukur, walau kadang dongkol marah dan sedih menyerang, namun insyaAllah, apabila kita berusaha kasih mantra ke hidup kita "ikhlas,,,ikhlas ,,, ikhlas ,,,,, bimsalabim Allah nggak akan pernah tinggal diem" hehehehehehehe 


Tepat pada tanggal 25 Maret 2018 kemarin, belum lama juga, saya mengikuti "sekolah kota sekolah desa" sudah lama saya mengetahui komunitas ini, komunitas Ketjil Bergerak. komunitas ini memang bergerak di bidang sosial, konsen kepada generasi muda untuk bisa membangun skill dari dirinya sendiri dengan cara pemberdayaan melalui lingkungan sekitar. seru, banyak ilmu, dan menyenangkan sekaligus mengenyangkan wkwkwk. eh benar sekali, saat ada testimoni di akhir acara, salah satu peserta yang semua adalah anak-anak muda yang peduli memberikan testimoni bahwa acara ini sangat menggairahkan, dalam arti kita semakin tersentak untuk terus berkarya, dan berbuat sesuai dengan apa yang kita bisa. tentunya niat kita "tulus" bahwa apa yang kita cari di dunia ini tidak sebatas hanya untuk dunia. keren nih testimoninya. acara kemarin banyak sekali ilmu yang membuat saya belajar banyak. hingga pada akhirnya rangkaian acara tersebut ditutup dengan membuat group whatsApp. apa saja yang disampaikan selama acara ? tentunya banyak.. semua pemateri yang hadir sudah sangat ekspert di Karang Taruna masing-masing. mulai dari yang bukan apa-apa, pengurus atau pengelola desa wisata hingga ada yang sudah menjadi sekdes sekarang. hehehe

Selalu kagum dengan orang-orang seperti itu ya, notabene dia aktif dalam suatu organisasi, hingga pada akhirnya dia mencapai posisi yang tak biasa. bukan merasa iri dan ingin, hanya menjadi semangat saja bagi diri saya untuk tetap semangat, bahwa apa yang akan kita capai kelak sama sekali belum kita ketahui, namun yang kita lakukan setiap hari akan menentukan kita seperti apa . 
belum begitu jelas dan belum kepo banyak soal founder Ketjil Bergerak, yang jelas saat saya datang disetiap acara pertemuan komunitas yang bergerak dibidang edukasi, saya selalu menemukan orang yang sejiwa dan sejalan dan hati saya, beberpa pemuda yang saya ajak ngbrol pada saat acara, juga mempunyai pemikiran bagaimana cara men edukasi anak desa sekrng dengan cara yang baik. pembahasan di group pun, tak melenceng soal literasi, pemberdayaan anak, dan kampung edukasi. 

percaya perkataan Guru saat sekolah di SMA "Allah nggak pernah salah dalam menempatkan" (terbukti benar)


lanjut di ceritaaa ......
beberapa terakhir ini, sudah ada 3 orang yang meminta saya untuk mengisi sebuah acara launching literasi untuk bercerita pengalaman dan mendongeng melalui media ukulele. namun mungkin Allah belum mengijinkanku untuk "meng-iyakan" permintaan tersebut. selalu waktu belum tepat saat permintaan itu datang. nyesel, iya nyesel. tapi nggak nyesel2 banget. masih banyak jalan. terkadang ragu. ilmu masih cetek, belum apa2 juga, sudah ada yang menghubungi untuk mengisi acara. 
biarkan terkadang semua mengalir seperti air, sesuatu hal apapun ndak bisa kita paksa maupun kita kejar banget. semua akan datang dengan tepat dan pas. apabila sudah waktunya semua akan terlihat begitu serasi. yakin.


 sekian ...
wassalamualaikum Wr. Wb








Minggu, 18 Maret 2018

Sejiwa dan Sejalan Part 1



Assalamualaikum Wr.. Wb …

Lama tak bersua dengan blog , akun yang selama ini masih sangat bersahabat daripada akun2 lain .. hahah
Apa kabar penghuni blog ? sehat ? semoga saudara2ku dan teman2 baikku selalu sehat dalam keadaan baik .. aamiin 
Sejiwa dan Sejalan … 
Sepertinya tema ini cocok banget dengan gambaran keadaan diri saya saat ini , Alhamdulillah .. 24 otw 25 kemarin Januari, berbagai liku yang pastinya belum seberapa, skripsi yang masih On The Way, tentunya masih menjadi makanan sehari-hari ku. Mengobrolkan soal skripsi, nggak afdol kalau ndak pakai nangis ya, ada beberapa cerita yang akan saya tuangkan soal skripsi yang masih di proposal , tapi sudh dilapangan hampir tiap minggu .. aaakk rasanya L
Jadi bebrapa hari yang lalu saat saya usai bimbingan skripsi dengan Pak Prof. keluar ruangan, entah karena apa, air mata tiba-tiba netes begitu saja tanpa ada ancang-ancang. Nangis bukan karena ACC tapi nangis karena harus menambahkan dan mengubah teori di Bab 2 , dimana inti teori itu yang menjadi pokok utama penelitianku. Semacam kayak udah lolos seleksi, tapi harus ada revisi seleksi yang akhirnya saya ndak lolos. Yah , begitu rasanya, tapi saya tetap bersyukur, Allah memberi Hikmah dalam kejadian sore menjelang Magrib kemrin. Dilain sisi saya sudh tidak ragu lagi bertemu Bapak Dosen. Karena Pak Prof, selalu legowo dengan setiap pertemuan dengan saya (mahasiswa malas bimbingan) wkwkwkw. 
Skripsi itu bukan hanya soal makalah panjang dalam sebuah tulisan, tapi lebih ke mental dan spiritual . loh ? kenapa ? ini hanya argument saya sendiri sih, karena perjuangan di balik layar dari skripsi itu berat. Berbagai pilihan yang datang saatsedang mengerjakan skripsi itu banyak. Contohnya misal pertanyaan yang paling utama selalu datang saat2 ini adalah……. Pertama, udah punya gandengan partner hidup apa belum, ikut nyoba kerja disini yok sapa tau bisa buat nambah pengalaman, eh ada tawaran magang disini nih. Yang semacamnya seperti itu . hanya bisa tersenyum simpul dan mengernyitkan dahi hahahah
Pertanyaan semacam itu adalah cobaan mental bagi saya, walau selalu ku jawab dengan jawaban santai, tapi tetap saja kadang merasa “kaget” hahahah
Spiritual ? kenapa ?
Kadang ada hal yang tak bisa kita duga soal skripsi, terkadang aku hanya modal sholawat aja kalau mau ketemu dosen, seringnya aku kagak hafal apa yang sudah ku revisi , sampai lupa kadang kalau udah hadapan sama Pak Prof. tapi setiap mau ketemu dan pada saat bimbingan sholawatku kagak henti, jaraaaaaang banget ditanya soal revisi dan semacamnya. Malahan sejak awal bimbingan selalu dibenerin dan di coret pembenaraanya. Wkwkwkw jarang ditanya hal sulit (semoga saja sampai akhir sidang pertanyaanya kagak sulit) hahahah
Itulah kenapa skripsi lebih pada mental dan spiritual … karena selalu ada tangan Allah yang kerja dan hal yang tak terduga saat kita mengerjakan skripsi 




Oke, berganti cerita, beberapa bulan ini saya dihadapkan pada situasi dimana keadaan menantang adrenalin saya (Uaaaaaa) “Gaya” eh bukan, maksudnya ada beberapa moment, dimana kemampuan saya dicoba . ya lebih tepatnya seperti itu. Menjadi seorang yang selalu suka melihat orang lain bahagia hahaha, setiap langkah dan detik waktu saya, saya gunakan untuk bersyukur saja. Tak perlu menampakkan diri dan menampakkan kemampuan, karena Allah sudah tau, kalau Allah memang sudah ridho, Allah sendiri yang bakalan memunculkan kita hehehe entah dengan cara apa .
Sadar diri , pertemanan saya tidak sebanding dengan teman-teman yang lain, yang notabene banyak teman nongkrong. Teman saya tidak sebanyak dari teman-teman yang lain, tapi sekali lagi saya tetap syukuri (karena teman baik akan memberikan syafaat baik di yaumul akhir nanti) bahkan bisa nolong kita saat hari akhir, jadi Alhamdulillah aja, syukuri Allah udah kasih teman2 baik sampai saat ini. Pastinya setiap dari apa yang kita kerjakan, tentu ada cobaanya… Ya pertemanan. Pertemanan dengan segala cobaan, dan pertemanan yang sudah masuk dalam suatu organisasi. hehehe
Sejauh ini, setelah pelantikan pengurus Karang Taruna Desa tgl 6 Februari 2018 lalu, saya resmi menjabat sebagai sekretaris 1 di organisasi tersebut. Mungkin sebegini gayanya saya ya, skripsi belum kelar, Guci Prestasi yang harus segera progress, kegiatan lain juga, namun dengan ketidakwajaran yang entah, akhirnya saya dilantik menjadi sekretaris 1  Karang Taruna oleh Pak Lurah. J namanya aja hidup, butuh progress, butuh link baru yang bisa membuat hidup lebih manfaat buat sekitar. Saat saya selesai pelantikan saya sempat bergumam dalam hati..

 “ kalau Hidup di ibaratkan naik sepeda, barti kita harus mengayuh, kayuh dan terus mengayuh sampai pada tujuan kita, kalau berhenti kita bisa terjatuh. Namun ada saat tertentu kita boleh berhenti untuk beristirahat, namun stelah itu kita melanjutkan kembali perjalanan”. Sama halnya dengan hidup kan ? selagi kita hidup di dunia kita harus gerak tiap hari untuk bisa progress, walau sedikit demi sedikit, tujuan kita apa ? ya karena Allah .. supaya kita selamatt sampai saat kita ditanya malaikat di alam Kubur , setelah kita mati ? masih ada jalan panjang yang harus kita tempuh, kita masih harus jalan buat nempuh fase2 selanjutnya , hingga pada akhirnya tujuan kita syurga atau neraka . kelar hidup ,,,, (peace)
Jadi untuk menjadi lebih baik, tentunya ada beberapa orang yang tidak suka, itu pasti , tetapi itu adalah tantangannya , tapi kalau kita ndak ubah hidup kita menjadi lebih baik, lalu siapa yang mau ubah ? Allah aja berfirman 

“tidak akan mengubah suatu kaum, kalu dia sendiri ndak mau mengubahnya” (saya lupa di surat apa -__-) mohon maaf. 
Jadi memang kita sendiri yang harus mengubah, kalau kita masih jelek, masih belum nemu jodoh dan rasanya jodoh malah menjauh, barti kitanya yang salah nih. Perbaiki deh kuncinya hehehe kita harus masih belajar bagaimana biar bisa sejiwa dan sejalan dengan kelak jodoh kita, tentunya dengan belajar. Belajar dan belajar 
Sama aja, saat saya dilantik. Notabene saya orang baru di Desa , yang baru mengikuti event Desa baru baru ini, tau-tau sudah dilantik dan menjabat sebagai Sekre 1 (sebenanrnya amanah yang ndak mudah), tapi kalau Niat kita Lillah dan lahan belajar untuk hidup kita, InsyaAllah semua bakal beres. Jadi begini, entah ini teman saya iri dengan keberadaan saya , atau teman saya ini iri dengan jabatan atau sejenisnya saya juga tidak begitu paham, karena jujur (saya tipe orang dengan jarang memikirkan hal negatif) soalnya saat di MANSA guru saya selalu mengajarkan selalu postif thingking sama Allah, InsyaAllah semua bakal baik2 saja. Dan saya tak memasukan materi soal dia di blog saya, intinya teman saya ini orang yang baperan, pengharapan dia masih di dunia, apapun yang dia kerjakan harapan dia di dunia, bukan ke Allah. Dan itu bahaya banget. Kalau kecewa, ngena banget rasanya. Ini nih, yang terkadang saya gemas, dengan teman2 yang maap lho ya, dia sudah sangat syar’I sekali, tapi dia lupa ada yang lebih di syar’I kan selain pakaian,,, yaitu Hati. Hati dan pikiran adalah pangkal dan sumber dari segala kehidupan yang kita jalankan di dunia teman-teman ………………….

                      
      

Ups, foto diatas bukan foto teman yang saya critakan yaaa …. Foto diatas adalah saudara saya, keponakan, anak dari adik ibu saya. Masih SMP (dan kami masih sepadan) untuk menyenangkan diri sendiri, barti tampang saya masih semacam anak SMP. Alhamdulillah ……
Untuk menutup conclusion dari cerita teman saya diatas, hikmah yang dapat saya ambil adalah
“baik menjadi orang penting, tapi lebih baik jadi orang baik”, intinya  , menjadi orang baik itu lebih penting, daripada menjadi orang penting. Gitu heheheh
Dan ada satu lagi ………
“jangan sekali kali mengharap dari selain Allah, karena mengharap selain kepada Allah itu, banyak kecewanya” ini beneran, aku dah buktikan, dan nyata benar ……….
Sejiwa sejalan Part 1 kali ini belum begitu mengena pembahasanya, namun akan saya sambung lagi lain waktu.
Cerita singkat dari beberapa bulan terakhir dari saya wkwkwkwk


                            
Allah itu Maha Kaya Banget, ini kenapa saya suka banget cerita tentang Maha Sang Pencipta Segala yaitu Allah SWT. bukan sok islami, atau mau ceramah, atau mau menjadi motivator. Nggak pernah terbersit sama sekali pikiran soal itu semua, saya hanya mencoba berusaha menjadi baik walau sedikit demi sedikit setiap harinya, menambatkan hati yang penuh cinta karena-Nya, Karena saya ndak mau kecewa nantinya. Itu saja sudah heheheh.



Minggu, 03 Desember 2017

Kuasa Allah SWT ndak bisa sampai di Logika

Malam semakin larut aja nih, udh pukul 11.43 tepat saya nulis di blog, mmm so far, suka aja on line malam, karna sepi bin ndak bising juga. Oiya kali ini bukan mengkorelasikan lagi, walau postingan saya sebelumnya korelasinya agak nggantung hahah so, now, I to tell about logika dalam kuasa Allah SWT. Hehheo, berat nih berat. Enggaakkkk ... mana bisa aku ngbrol berat haha tergantung orgnya haha

Beberapa hari yg lalu ku sempet dilanda kegalauan yg luar biasa, bisa dibilang quarter life crisis saya saat itu, krna memang itu terbukti nyata, umur2 seperti sekrng ini baru kompleks2 nya nih, kalau enggk barti kamu mash di zona nyaman. Kali2 keluar lah tantang dirimu buat ngelakuin sesuatu yg belm pernah kamu lakukan, apa lah cobalah. Tantang dirimu buat nglakuin itu hahah
Jadi ya, sedikit eh banyak ding, hal2 yg membuat diri saya random. Soal apapun, hubunganku dgn ALLAH , dengan semuanya deh intinya. Tapi saya ambil hikmah dari ke randoman saya beberapa hari yg lalu, saya semakin bisa mikir2 banget dan bisa lebih bijak lagi dalam menanggapi maupun melogikakan sesuatu supaya lebih realistis. Soal pertemanan, soal hubunganku dgn org tua, hubungan dengan org2 lain ...

Pertama kenapa aku membrikan judul kuasa Allah nggk akan bisa sampai di logika. Iya emang bener, cara kerja Allah itu ga ada yg tau, ga ada yg bisa nebak, dan ga ada yg dapet bocorab cuy. Dan saya menilai,kuasa Allah itu bekerja dengan sangat rapih dan akuntable. Kenapa ? Ya Allah selalu romantis you know ? Allah selalu tepat banget dan cara kerjanya tu udh keren banget dibanding dengan EO yg udh berkelas dunia sekalipun. Intinya Allah tak tertandingi.
Nih ya, di saat beberapa hari yg lalu ku random banget, strees out sampai ulu hati sakit, dada sesek, nafas terengal engal , kurng tidur, cemasan, dan kadang kalut mendadak. Allah baru sama aku , Allah lagi pdkt neh sama aing. Dan alhasil pdkt Allah lancar jaya, entah kenapa Allah selalu kayak memunculkan gitu buat saya, org2 yg secara tak langsung Allah bilang "eh datengin atika noh, baru galau dia, bantu dia, kasih jalan keluar" subhanallah nggk sih, ku saat lagi kalut2nya ngbrol ngalur ngidul sama temen2 lama, sama pegawai kelurahan, sama bapak2 tua, sama mbk2 S2, dan sama anak kecil sekalipun . Luar biasa nggk seh, dr obrolan itu aku jd merasa lebih baik, lebh tenang, lebih legowo gt. Itu lho yg ku maksd kuasa Allah nggk sampai di logika kita.

Yang kedua, soal rezeki soal pekerjaan dan soal tanggung jawab yg sedang kita emban untuk seger diselesaikan (ehm, skripsi 😒) . Jd saya tipe org yg suka bgt hal baru, yg intinya ga monoton. Tapi.disisi lain ada tuntutan yg menyebabkan aku mjd org yg menoton saat2 tertentu, ditambah lagi dengan peran org tua yg menginginkan anaknya segera cepat "lulus". Its okay, keinginan org tua hanya itu skrng, dan akan merasa bangga bila anknya sudh menyandang status sarjana. Namu ln entah kenapa lagi2 kuasa Allah nggk nyampai di logika saya. Disaat saya sedang banyak diremehkan karna belum lulus,di saat itu pula Allah nolong buat ngeyakinin org tua soal diriku, langsung lho ini Allah yg kerja. Ngeri nggk, Allah tu gt sukanya, indah dan selalu bikin kagum . Di saat skripsi skrng sedang kalutnya gegara dosen yg diciptakan jd org penting , disaat itu pula, skill saya diuji, untuk menjd sekretaris buat event ulang tahun Desa dengan EO yg nggk main2, gila nggk tuh, bg saya ini gila , saya dah gila, di saat guci prestasi siap2 mau rihlah nih, laporan proposal dan agenda gede akhir bulan besuk, saya malah dipasrahi amanah buat jd sekre acara desa. Nekat emang, dan Allah kalau nyuruh hambanya belajar nggk tanggung tanggung, tika , kamu harus dapet banyak. Gt apa ya caranya. Subhanallah pokoknya


Terkadang kita emang harus nekat, ali bin abi thalib jg pernah bilang kan, kalau kita terlalu berpikir terus , kita nggk bakalan bisa belajar arti keberanian. Terlalu spekulasi artinya. Spekulasi boleh, cuman kita jangan terlalu kontekstual. Skali lagi  , Allah bekerja dgn cara yg misterius haehehe


Dan satu hal , saya menyadari dn jd belajar bahwa link itu bisa kita dapet dr hal yg tidak di duga duga , link bisa kita dapet dengan cara kita seneng, link bisa kita dapet dengan cara kita komunikasi akti. Nah gitu.

Dan sampai sekrmg , ku hanya mengandalkan Allah aja sih, untuk apapun itu, begitu juga dengan hati, saya andalkan Allah, kita bisa nebak2 tapi logika Allah ga bisa kita tebak, buat org2 yg sekrng baru berusaha utk menemukan teman hidup eheheh, berusahalah atas nama Allah dan untuk kebaikan belajar kearah yg lebih baik buat melangkah bersama, bukan nafsu sesaat atau keinginan sesaat. Jujur aja sih, umur saya sudh ndk lagi muda nih, mungkin teman2 saya pun demikian. Jadi ya ... kalau saya sih hanya bisa doa gitu, muga2 diberikan jalan terbaik lah bagi siapapun yg sedang menujulu, atau saya yg sedang ikhtiar dengan cara saya untuk bisa segera mendapat jawaban dr rahasia Allah yg namanya "jodoh" ini hahaha .. ya paling enggak kayak hilal lah, muncul sikit walau ilang2 , tapi munculnya konsisten hahahahah elah , apa nih hahaha


Begitu juga dengan jalan hidup yang sedang saya maupun teman2 alami, andalkan Allah pokoknya, kita usaha kuta ikhlas, hasil akhir serahkan. Udah. Kita akan melewati masa masa kok, ini masa baru tahap awal, udh begini randomnya bagi saya, dan onthe way 24 25 adalah masa nya crusial banget seprtinya. Dan memng kita belajar , kalau kita ambil hikmah. Percaya yakin kuasa Allah, Logika Allah itu manis.


Nikmati aja intinya, dan jangan lupa Allah ...

Kamis, 30 November 2017

Main Logika (ssepertinya)

See you guys, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan, dan juga rada sedikit membuat kepala nyut-nyutan. Why ? Hari ini saya bermain dengan logika bareng anak-anak S2 yang satu bimbingan dengan dosen pembimbing saya. Jadi begini critanya ..

Lets goo ....

Sebenarnya saya tidak begitu bermasalah dengan dosen pembimbing, yang notabene beliau adalah Prof. Dr. Bahkan sekarang direktur bisa dibilang sementara direktur di pascasarjana. Im fine .. beliau memang sulit dan angat sulit ditemui, tidak mesti kita dateng ke kampus langsung ketemu beliau. It adalah sesuatu yang mustahil
 Dan bersyukurlah bagi kalian yang mendapatkan dosen pembimbing yang gampang ditemuinya. Tapi so far, Allah nggk pernah salah dalam menempatkan. Selalu saja romantis. Bismillah yakin aja semua bakal indah di waktunya.. hehe
Saya angkatan 2013, telat sih itungannya, walaupun anak2 S2 yg sering bimbingan bareng saya, selalu bilang, belum kok dek, kamu mash ada waktu. Pokoknya kejar aja. Bakalan nyampek kok.


Tadi pagi ku datang ke kampus ditemani guyuran hujan lebat. Alhasil kertas2 materiku basah. Yah. Basah. Tapi all is well. Aku selalu memandang semu ke zonk an adalah hal positif. Karna apa ? Semakin kita memkkirkan hal2 negatif, maka logika kita berjalan ke hal.negatif, secara nggk sadar. Nah tadi nih mbk2 S2 ngbrol panjang lebar trus tiba2 ngeliat skripsi saya. Langsung mbknya bilang, skripsi S1 tu nggk ada apa2nya dek, langsung saya tanya .. maksdnya mbk ? Mbaknya bilang secara nggk langsung, kita bener2 sekolah itu saat kita S2. Waw nggk .. kata mbaknya S1 mah nggk usah bagus2, biasa aja. Nggk penting. Logika saya seketika berjalan.. dan mengkorelasikan, saat kita S1 itu sesuatu yg biasa, nggk belajar, belum dapet apa2, dibawa santai. Lalu kita korelasikan dengan lama kita belajar saat S1. Coba deh logika kuta jalanin ...
Saat kita S1 kita memng belum belajar apa2, belum banyak dapet ilmu, sehingga kita bisa dapetin itu lewat ekskul, kegiatan luar kampus, atau bahkan kerja. Kalau kuta udha bisa ngantongin itu di S1 otomatis kita yg mau lanjut S2 mempunyai skill yg top daripada lulusan S2 yang dulunya tanpa ada pengalaman, langsung sekolah lagi. Sekarang logika yang kedua , belajar tentang tidak menyerah. Gimana tuh .
Diajarin buat lebih realistis sama keadaan. Misal ni, kalau bapaknya memang udh ga bisa, jangan ditunggu, kalau nggk bisa hari ini mash bisa besuk. Taoi jangan larut2 sama tangisan hahahha
Logika kita main guys, cuman logika Allah nggk bisa kita tebak, logika Allah sungguh luarbias lhoh ..

Selasa, 28 November 2017

Mencoba Sedikit Sok Tahu Tentang Apa Saja

Hay Guys,

Selalu menulis apa yang ingin aku tulis. akan mencoba menuangkan unek-unek ke sok tahuan saya tentang Indonesia.
YAh , saya sudh hidup hampir 24 tahun di Indonesia, lahir di Indonesia, dan asli suku Jawa Yogya. sebanrnya apa yang ingin ku sampaikan ?
sebagai anak muda yang memang harus peka dengan keadaan yang sedang terjadi, walaupun terkadang aku mash suka apatis, namun so far, saya sudah melakukan sedikit banyak apa yang wajibnya saya lakukan, bukan bermaksud sombong, namun memang sudah seharusnya kita melakukan sesuatu dan bergerak di usia-usia kita.
Masih hangat-hangatnya Hari Pahlwan sih ya ini, yang baru beberapa minggu yang lalu. sempet menghayati banget waktu itu, lihat film yang bertemakan kepahlawanan dan cerita dari bapak-ibu yang menceritakan perjuangan pahlawan zaman dulu, rasanya kita sombong banget dan ngerasa jadi anak muda yang "sok" banget kalau kita sampai lupa bahkan nggak ngenal nih pahlawan kita. latar belakang keluarga tentara, simbah-simbah saya, dan manusia 3 zaman, beberapa telah simbah saya critakan kepada saya bagaimana uforia perjuangan zaman dahulu.

...................................................................................................................................................................

Pling enggak kita hafal dan baca deh perjuangan pahlawan, nyari di internet kek, atau ketemu langsung para veteran-veteran atau guide2 museum. dijamin kamu bakal banyak banget belajar.

Ngerasa sedih dan haru sih waktu hari Pahlawan kemarin , walau ndk ikut upacara dan hanya lewat berita-berita di media sosial, rasanya saya pribadi merasa malu dan masih belum apa-apa banget dibandingkan sama pahlawan zaman dahulu, ya iyalah ya, zaman sudah beda, perjuangannya pun sudah beda. jadi ya muncul aja pemikiran-pemikiran yang kdang random lagi trus tiba-tiba "apa ya yang bisa ku lakuin buat indonesia ?" . jujur dari saya sekolah dasar, saya sudah seneng banget sama pelajaran IPS, kenapa ? karena IPS itu peljaran yang menyenangkan, kita serasa bisa kemana-mana, mempeljari budaya, suku maupun keadaan disetiap daerah.

jadi seperti zona kita tu dibawa entah kemana gitu, keliling indonesia. hahahha (alay)
setelah saya baca beberapa buku, karya mahasiswa yang notabene sedang berkuliah dan belajar tapi bisa buat buku, jadi bisa belajar ternyata anak-anak muda Indonesia luar biasa. oh ya, dari beberapa akun instgram yang saya ikuti juga para pemuda Indonesia itu jempolan semua lhoh. saya memang pengguna media sosial addict sekarang, jujur, Instagram, whatApp, Twitter. tiga aplikasi itu jujur saya on. namun saya tipikal orang yang ndak suka nge follow orang karena pertama ganteng , cantik, ngehits, dan trending topic banget. walau saya pengguna sosmed, terkadang saya suka ndak tau gosip apa yang sedang terjadi pada artis-artis ibukota. saya nge follow akun apabila akun itu bermanfaat buat saya, akun itu membuat saya belajar, dan membuat saya jadi termotivasi dan menjadi lebih tau. biasanya nih, akun anak-anak muda yang entah cowok atau cewek yang dia itu bersifat penggerak ke arah kemajuan indonesia dan skill dia yang lebih bagus lagi. jadi so far, akun instagram saya hanya berisi komunitas pendidikan dan sosial serta anak muda yang keren-keren, jelas teman-teman saya jugapastinya, yang dr situ kita dapat ikut-ikutan berubah untuk perubahan. bukan sombong sih, lebih kayak ngasih vitamin postif aja buat tubuh dan otak kita dr orang-orang tersebut. akun artis pun saya hanya beberapa , Mbk Dian Sastro, Mudy Ayunda, Sherina, dan dua orang lain yang saya lupa namanya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

yah, at Least punya media sosial, kita harus manfaatin dengan sebaik mungkin, jangan mengumpulkan hal-hal negatif intinya dr sosmed. ah sok bijak lu tik, Whatever what do you say ya , kalau gue sih ngambil sisi positif aja dari orang-orang, toh itu bisa nambah semangat saya dan motivasi saya. sok wow banget soal perubahan, emang lu bisa apa ?
sedikit rada ngejawab pertanyaan orang yang pernah terlontar sih, sekarang alhamdulillah sih aku sudah bergerak dengan cara saya sendiri untuk perubahan di Dusun saya, ya walau lingkup saya masih dusun, tapi saya yakin kalau sesuatu itu dimulai dr hal kecil dulu.

Ya begitu lah kedaaan zaman Indonesia sekarang, banyak anak muda yang punya banyak potensi, namun mereka enggan buat nularin potensi ke orang lain.

=======================================================================
akhir-kahir ini dapet ilmu dari seminar-seminar dan banyak baca artikel di media sosial. dan ku ambil kesimpulan, sebanrnya nih, kalau anak muda dikumpulkan dan mereka lebih bisa toleransi dan tidak mengotak kotakan sesuatu, bisa lho kita maju lebih maju dari singapore misalnya, atau finlandia hahaha
yah begitulah negara majemuk, kita ndak bisa melulu memikirkan keinginan kita dan maunya kita, tetap menghargai harus dijunjung.
tapi sering miris aja sih , ngelat remaja sekarang yang pergaulannya sudah pada hampir titik kulminasi, atau bahkan sudah berada di titik kulminasi. banyak banget berita pembunuhan, ngebunuh orang tua, gantung diri, dan foto mesra yang diumbar di media sosial. wah udah bener-bener ndak sehat ni dunia.

Pernah bayangin nggak sih kalau kelak kita punya anak, tapi anak kita lahir lingkunganya kayak gitu ?
kan sedih banget ya rasanya....
jangan sampai nih kalian yang pada nikah muda, hanya atas nama cinta doang. itu bukan bekal namanya. bekal itu banyak. tapi yang paling penting bekal ilmu. itu sangat amat penting. tapi ya sekali lagi tergantung keadaan masing-masing individu, kalau memang bisa cepet dapet jodohnya dan sudah siap ya segerakan.. kalau memang sudah merasa siap sekali lho ya.

Akhir-akhir ini kagum banget gitu sama para pengajar muda yang sebentar lagi akan ditugaskan ke daerah masing-masing, pengjar muda indonesia mengajar. excited banget sama program yang di prakarsai bapak anies baswedan ini, keren sih menurutku, rela ngajat di pelosok negeri supaya mereka bisa belajar di daerah daerah yang tidak terlihat di indonesia. pernah bertukar pikiran dengan mbak-mbak  alumni pengajar muda, setelah sepulangnya mereka setahun mengabdi disna, mereka jadi sadar, Indonesia itu Kaya banget, indah banget dan berpotensi banget, tapi sayangnya cuman satu, Indonesia kurang cukup akses untuk anak-anak disana. jadi seketika mikir saya hidup di jogja cuy, udah enak banget apa-apa deket, mudah, nggak capek. tappi saya punya tanggung jawab ini nih,, ini lho generasi bangsa yang bakal calon jadi partner kita. oh my god... jadi ngerasa, selama ini aku udh ngapain aja ???????
pernah nggak mikir kayak gitu ? kalau udah pernah , barti kamu waras, kalau belum pernah barti kamu di warasin hahaha (peace)

 ................................................................................................................................................................

seandainya para instgramable itu sedikit banyak pada buka mata ya , walau ndak semua, pengguna yang tujuannya hits maksud saya, itu sadar.. lu masih punya saudara kek gini cuy ........ lu masih punya tanggung jawab buat kehidupan lu selanjutnya ...

kamu kok sok-sok sih tik ? ngoomongin negara
please, opend your mind, opend your eyes, and opend your wawasan seluas-luasnya ...
kamu ngapain aja sampai saat ini ?

 yah, mungkin itu itu unek unek random yang kuceritakan, intinya rada sedikit risi aja sih, sama orang yang suka nanya dan sok tahu tentang mimpi kita yang terlalu alay lah, terlalu menjadi bahan tertawaan lah, underestimate lah, apalah itu semua. kalian gerak lah, mikirlah selagi bisa, jangan jadi manja untuk para kaum muda...


Minggu, 26 November 2017

Random #2

Kali ini mungkin ceritaku rada sedikit tidak nyambung antar paragraf satu dengan yang lainnya, masa-masa yang penuh pertentangan batin sekali sepertinya dua bulan terakhir ini. kenapa ? yang jujur saya orang dengan tipe yang pemikir, mungkin dari sifat itulah apa-apa saya pikir, bahkan terkadang sesuatu yang itu tidak penting.Tapi balik lagi ini sebagai kodrat manusia yang mempunyai jalan hidup masing-masing, kita harus bisa menerima dan menghargai apabila orang lain tidak bisa seperti apa yang kita pikirkan. mempunyai banyak kenalan tapi sedikit teman akrab, itulah yang mungkin saya alami sekarang. tapi pernah ku sampaikan sih, saat kita sudah di umur 24 - 25 bakalan ngerasa mana yang teman, mana sahabat, dan mana yang sebatas hanya perlu peran kita disaat butuh. dulunya, I'll be fine dengan teman-teman yang mungkin butuh saya saat mereka sangat butuh sekali peran saya. namun semakin kesini saya merasa bahwa boleh lah kita membahagiakan orang lain, namun pikirkan juga kebahagiaanmu..


Actually mulai mikir keras di umur yang menjelang 24 tahun, nggak lagi muda cuy, jalan ke usia dewasa nih, dimana kredibilitas kemampuan diri kita akan benar-benar di uji di usia ini, kamu bakalan bisa lolos apabila kamu mengalami segala Roller Coster nya di usia mu. terkadang sering iri melihat kehidupan teman yang "kok selalu bahagia sekali sih ya idupnya, sukses terus, kayak tanpa hambatan gitu", but dalam islam kita nggak boleh tu yang namanya menilai kehidupan orang dari luarnya saja. mungkin orang lain pun begitu ya denganku, hidup saya seneng terus sama anak-anak, lancar terus kayak jalan tol kayak nggk pernah dapet masalah. padahal yah, hampir tiap hari hidup saya bermasalah. sangat kompleks masalahnya, dan menuntut saya untuk mempunyai sifat pemikir seperti ini setiap harinya. saya mengerti ini mungkin kurang baik buat saya yang mempunyai sifat pemikir. tapi kadang ngerasa nggak sih , teman-teman yang sudah berumur seperti saya ini lebih sering mikir sekarang ? lebih kayak muncul pertanyaan dari diri sendiri yang selalu berbisik "apa tujuan hidupmu ? trus hidupmu mau kamu bawa kemana ? " , actually bagi teman yang sudah siap nikah, mereka akan jawab "gue dah mau lamaran cuy, dan hidup gua akan gua jalani bersama sama org yang akan mendampingi gue selamanya", yah, up to you for your answer right now, karena saya selalu menghargai setiap pendapat orang dan kadang selalu memikirkan setiap apa yang mereka katakan.  ada juga nih yang mungkin udh siap rezeki buat nerusin S2 , dan mungkin lagi udah siap kerja dengan segala skill yang dia punya, bisa juga dia dengan kemampuan kecerdasannya dia akan melanjutkan entah kemana. 


So, that all is choice, when we focus for the future and always fight to keep your dream and resolution, I'm sure, you can and you catcher for your dream. but not all the people its same. here, this is what random me. yah karena saya pemikir tadi. keadaan pemikir ini saya alami ketika saya sendiri, work it alone, travelling alone, journey alone. yah for all , Now, I'm working alone all days. sekarang lhoh ya. (lagi belajar bahasa inggris, jadi maafkeun kalau inggrisnya belepotan)


Exactlly, sekarang saya baru random banget dengan tiga hal. skripsi , kegiatanku, dan hidup saya. menurut saya dan teman-teman baik saya yang selalu ada buat saya sekarang , kata mereka ini wajar. di saat umur lu segini kamu bakal merasakan tekanan bahkan pemikiran-pemikiran yang serius. malah kalau pun di usia mu kamu nggak pernah merasakan hal ini, barti kamu nggak wajar .. haaaahaaa twist, but reality. lhoh. hahaha 


Jadi begini, saya tergolong mahasiswa yang bukan mahsiswa rajin, pinter, dan aktivis. bukan sama sekali. but saya adalah mahasiswa yang mungkin suka berbeda dari yang lain, yang nggak mau sama dengan orang kebanyakan, dan yang nggak mau apa-apa harus ngikutin trend. saya juga bukan mahasiswa yang ambisius akan sesuatu hal, bukan pula mahasiswa yang suka pamer di media sosial, maupun mahasiswa yang suka pamer soal perasaan di media sosial. but semua manusia sekali lagi berbeda. dan saya menghargai hal itu. namun begitulah saya. sedang-sedang saja nih idup saya, jalani dan nikmati serta bersyukur setiap detik. 

Sekarang alhamdulillah tenaga saya dibutuhkan di tingkat Desa, untuk menangani bahkan merintis perpustakaan desa, mengikuti acara ulang tahun desa,  berbaur dengan berbagai macam tipe orang. so that,saya selalu terbuka kalau dengan kegiatan yang itu bermanfaat buat saya dan orang lain. sedikit ngasih apreciate sama diri sendiri kalau sekarang tenaga saya bisa maju di tingkat desa hahaha bahkan kecamatan. bukan perkara yang mudah jga, kita harus siap untuk beradaptasi dan meluangkan waktu lebih. nah ini ni yang kadang juga menjadi dilema besar dalam hidup saya. disaat skripsi yang sudah harus diselesaikan, tapi kegiatan yang mengasah kemampuanku serta skill ku harus ku jalanai dengan mengorbankan skripsi. kalau dibilang ikhlas apa enggak, saya ikhlas, menjalankan ini semua. sifat saya yang selalu suka keluar dan bertemu orang baru, ngbrol tuker pikiran. spertinya itu lebih bermanfaat daripada kita menghabiskan waktu beberapa bulan hanya di depan laptop tanpa mempunyai kerjaan sampingan apa2. but semua adalah pilihan... goals kita setiap manusia bermacam-macam, asal kalian enjoy aja sih, semua beres pada waktunya. tapi bagi sya enggak, lebih suka sambil ada kerjaan daripada spaneng berbulan bulan depan laptop. yah semua pasti ada konsekuensinya. dan saya sadar betul akan hal itu.


Jadi terkadang yang membuat saya sangat begitu random adalah, hati dan perasaan. entah kenapa saya sekarang masih kurang mengerti mana orang yang akan serius dengan saya mana yang hanya sekedarnya aja gitu. jadi kadang saya akan membedakan saat sudah dua sampai lima bulan bahkan satu tahun. haha orang akan keliatan tu mana yang akan serius dan ingin tau  aja. yah so, sekarang saya lebih santai sih menerima hal itu, banyak teman kan ya semakin baik, banyak relasi dan teman silaturahmi, bukan menutup diri. cuman lebih hati-hati aja sih dengan hati karena masa lalu yang sempat dekat beberapa kali tapi ujungnya zonk pun sudah membuat banyak banget belajar. supaya tidak terulang. sekali lagi that people come to you for a reason, you can a lot of learn for their. jadi semakin banyak belajar karakter orang kan ya, jadi bisa belajar bagaimana menempatkan diri, berkata yang baik, dan yang paling penting belajar menemukan teman hidup yang satu aja deh besuk buat selamanya, tanpa pakai embel-embel pacaran hahahaha (twisst again, but reality) hahahah


Hidup tu bukan hanya sekedar hidup cuy, kata pepatah.kita bener-bener harus mendalami peran kalau menurutku, tentunya dengan cara kita. dan tentunya di umur-umur kita yang sekarang ini , menginjak 24 lhoh ya, udh bukan saatnya lagi buat mikirin kebahagiaan kita sendiri, kita harus sadar sesadar sadarnya punya bapak, Ibu, Kakak bahkan adik, saudara, tetangga, dan mungkin teman-teman kita buat tempat kita berbagi. kebahagiaan yang itu sudah harus kita hakiki kan , yaitu apa, Allah SWT. buat apa kita bahagia setiap hari kalau kebahagiaan kita tidak hakiki untuk Allah SWT. dedikasikan hidupmu untuk bisa bermanfaat buat orang lain , lewat apa yang kamu bisa, semua orang pasti punya tujuan, apapun itu tujuan nya , jalani dan nikmati. 

So, selalu syukuri dan nikmati yang sudah Allah kasih hari demi hari.
bhay ,,,,,,,,,,,,,
oya, terakhir buat bisa diinget, saya ucapkan selamat sukses buat teman-teman saya yang baru saja diwisuda, iri ngeliat kalian yang udah pakai toga , iri geliat kalian yang sudah bisa bawa bnyak banget bunga hahahahah . yah , sekali lagi selamat buat teman-temanku , congratulation for your graduate. semoga berkah ........




Kamis, 16 November 2017

RANDOM

setelah sekian lama tak bersua dengan blog. akhirnya tulisan terposting juga. kali ini saya memberi judul "RANDOM" random adalah sejenis kalimat dengan arti tidak beraturan. random adalah tidak beraturan. beberapa bulan terakhir ini saya memang sedang tidak beraturan. kenapa ?
karena tuntutan sudah mengalahkan ku untuk bereksplorasi. dan dimana saya sebenarnya kalut dengan keadaan yang hanya mengerjakan satu pekerjaan.
Allah sayang banget sama saya nih, sampai-sampai kadar keimanan ku kadang naik turun. ini adalah cobaan supaya saya lebih kuat lagi, saya lebih mendekat lagi dengan-Nya.
  
Masih belum sembuh dari rasa kekecewaan yang baru saja kualami. 2x dapat surat panggilan buat ngikut workshop, satu di Universitas Diponegoro santu di badan pemberdayaan Semarang, 1x dapet kesempatan buat ngikut starUp bisnis di Solo. oooooooo....... tau nggak sih rasanya seperti membuang buah duren yang lagi enak-enaknya dimakan. nyesel. nyesel. dan nyesel bahkan nyesek.
ketiga undangan itu, saya tak bisa menghadiri semua karena Tugas Akhir ku yang tak bisa pergi dari pikiranku. entah apa yang membuat diriku berubah sekarang, lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga dirumah daripada pergi keluar. Skripsi masih menjadi ganjalan terbesarku saat ini.
dan hanya beban skripsi, namun beban untuk membayar kulliah sendiri sebanyak 3 juta di awal tahun kalau skripsiku belum kelar, itu sangat berat sekali bagiku.  tapi selagi masih ada Allah inshaAllah semua tidak akan terasa berat, alhamdulillah sudh ada kerjaan yang sedikit banyak sudah bisa membantu pengeluaranku .. alhamdulillah



Menentukan Arah Angin

Syahdunya sore ditengah rinai yang turun ini membawaku pada sebuah layar netbook dan membuka sebuah laman blog yang sudah terlalu lama tida...